SAATNYA MENYEHATKAN OTAK

Oleh :Muhammad Muhibbuddin*
Terlepas percaya atau tidak dengan teori evolusinya Darwin, kita sebagai manusia sebenarnya mempunyai insting hewani. Munculnya tindak kekerasan, aksi terorisme dan prilaku bar-bar lainnya merupakan ekspresi kebinatangan kita. Dinding pembeda antara manusia dengan binatang memang sangat tipis yakni akal atau otak. Kalau otak atau akal ini hilang, maka manusia tak ubahnya binatang. Kalau seseorang kehilangan kaki, tangan, mata atau organ-organ fisik lainnya, ia masih bisa disebut manusia. Namun sebaliknya, meskipun anggota fisik seseorang lengkap, namun satu unsur saja yakni otak atau akal hilang dalam dirinya, maka saat itu juga ia tidak lagi disebut manusia dalam arti normal.
Namun otak atau akal yang menjadi ciri khas kemanusiaan kita itu seringkali terabaikan. Otak atau akal itu seringkali kita terlantarkan, tidak kita rawat dengan baik sehingga menjadikan kita terjerembab ke dalam jurang kebinatangan. Naluri kebinatangan ini memang merupakan sesuatu yang tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dijinakkan. Fungsi Akal atau otak manusia adalah untuk menjinakkan nafsu kebinatangan itu.
Kalau otak atau akal yang kita perkuat, kita akan mempunyai kekuatan pengendali terhadap nafsu kebinatangan itu sehingga membuat hidup kita stabil. Tetapi sebaliknya, kalau hasrat kebinatangan itu yang kita menangkan atas akal, maka ia akan menyeret kita pada kegilaan. Sebagaimana kata Michel Foucault, gangguan pada pikiran (mind) pada diri kita sebagai manusia adalah akibat dari penyerahan buta kita pada hasrat-hasrat (desire) kita sendiri, ketidak mampuan mengontrol atau menjinakkan hawa nafsu (passion) kita. Keadaan ini merupakan pintu menuju kegilaan.
Ketika kegilaan itu sudah menguasai diri, kita pun akhirnya menjadi binatang. Kita sudah tidak mampu lagi berpikir jernih, tak bisa lagi bersikap bijak, tak bisa berbuat adil, santun, toleran, tenggang rasa dan manusiawi. Yang ada di dalam diri kita hanya hasrat untuk ngamuk, membunuh, menggusur, menggencet dan mau menang sendiri. Inilah gambaran kalau otak kita sudah tak sehat.

Tercemarnya otak
Sekarang pertanyaanya apa yang menjadikan otak kita tidak sehat?. Apa yang menyebabkan kita sering dikuasai nafsu kebinatangan? Penyebabnya adalah karena otak itu kita biarkan tercemar. Sadar atau tidak kita selalu lupa merawat dan menjaga otak kita. Otak kita jarang sekali kita refresh atau kita bersihkan hingga banyak virus dan bakteri yang bersarang di dalamnya. Waktu sering kita habiskan hanya untuk merawat fisik. Yang kita pikirkan hanya sebatas bagaimana kulit bisa selalu mulus, bodi seksi, tenaga kuat, nafsu makan bertambah, wajah tidak banyak jerawat, rambut keren dan sebagainya. Kita jarang berpikir tentang kesehatan otak. Kita merasa susah setengah kalau kulit kita gatal-gatal, wajah kita jerawatan, rambut kita sering rontok, nafsu makan menurun dan sebagainya. Namun kita tak pernah susah ketika otak kita eror, mental kita kotor, dan hati kita koyor-koyor. Kesehatan jasmani jarang kita lengkapi dengan kesehatan ruhani, olahraga jarang kita imbangi dengan olah jiwa. Sungguh sebuah peradaban yang timpang.
Kita tidak sadar kalau otak kita juga mudah terkena polusi, riskan virus dan sering tercemar. Kehidupan kita ini adalah lokus berlalu lalangnya energi. Dan tidak semua energi bersifat positif. Banyak sekali energi-energi negatif yang menyelimuti ruang kehidupan kita. Dan apabila energi-energi negatif itu terserap otak kita, maka itu akan mencemari otak kita sehingga menjadikan otak kita tidak sehat. Sama seperti dengan alam fisik kita yang penuh dengan polusi. Ketika zat-zat polutan itu mengenai diri kita maka yang terjadi adalah dada kita terasa sesak, mata merah, perut terasa mual dan sebagainya. Bentuk –bentuk energi negatif itu adalah kejahatan yang sangat beragam, ia bisa berupa informasi, provokasi, anarkhisme, terorisme, bahkan ajaran agama yang dipolitisir. Energi-energi ini bisa muncul dari bermacam-macam sumber : buku, koran, TV, radio, majalah, koran cerita, forum dakwah dan sebagianya.
Para pelaku teror dan tindak kekerasan pada hakektanya adalah korban dari penyebaran energi negatif yang mencemari otaknya. Mereka sangat terpengaruh isi buku, informasi atau pemikiran-pemikiran para teroris lain. Setiap saat, kita selalu dikepung dengan beragam media yang berisi berbagai tindak kejahatan dan terorisme. Tanpa kita sadari informasi media itu terserap oleh otak kita tanpa ada filterisasi yang memadahi hingga menjadikan kita terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan anarkhisme dan tak manusiawi. Tindakan para aktifis FPI selama ini, yang cenderung anarki adalah potret dari tidak sehatnya otak.

Harus disehatkan
Otak kita yang sudah terjejali banyaknya zat polutan itu, mau tak mau harus kita bersihkan. Otak kita itu mulai sekarang harus kita refresh dan kita sehatkan kembali. Cara untuk menyehatkan itu adalah dengan meminimalisir segala pengaruh bentuk kejahatan. Kita tak perlu memaksakan diri untuk melenyapkan beragam kejahatan di sekitar, melainkan cukup meminimalisir dan mengurangi intensitasnya. Sebab seperti kata Michel Serres bahwa kekerasan dan kejahatan tidak akan pernah bisa dilenyapkan. Ia akan terus muncul dalam beragam bentuk. Salah satu cara untuk melakukan itu, menurut Anand Krishna (2004) adalah dengan menjaga keseimbangan antara interaksi dengan dunia dan interaksi dengan diri, dengan batin. Di samping olahraga fisik kita juga harus sering melakukan oleh jiwa yang di antaranya adalah meditasi. Sebab, kata Anand Krishna, lewat meditasi kita bisa membersihkan otak. Deconditioning dalam bahasa meditasi, dan detoksifikasi dalam bahasa medis—dua-duanya sama dan untuk memperbaiki kualitas otak. Kualitas otak tidak bisa diperbaiki dengan apa yang biasa disebut optimalisasi otak.
Lebih dari itu, kita harus benar-benar berolah jiwa. Oleh jiwa itu dalam bahasa pesantren disebut dengan Riyadloh. Riyadloh ini merupakan upaya untuk membersihkan hati dengan cara menjauhi kenikmatan-kenikamatan dan pemanjaan fisik. Misalnya dengan puasa, berzikir, menghindari makan daging dan sebagainya. Kalau dalam dunia tasawuf dikenal tiga jalan yaitu Takholli, Tahalli dan Tajalli. Takholli merupakan usaha untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang negatif (tazkiyatunnafs). Jadi, untuk meminalisir kejahatan kita tidak bisa sekedar membaca buku atau mendengarkan fatwa agama, ”janganlah kau membunuh”. Tetapi dari dalam diri kita sendiri harus ada kesadaran untuk menjauhi hasrat membunuh tersebut sehingga otak kita benar-benar bersih dari program bunuh-membunuh.
Kedua adalah Tahalli. Tahalli ini artinya menghiasi diri dengan kebaikan. Setelah kita menghindarkan diri dari keburukan, maka tahap selanjutnya adalah kita melakukan perbuatan-perbuatan baik dan terpuji. Setelah otak itu kita jauhkan dari program-program yang negatif, maka langkah selanjutnya adalah mengisinya dengan acara-acara yang positif.
Dan yang ketiga adalah Tajalli, yakni manifestasi sifat-sifat ilahiah dalam realitas kehidupan. Artinya, kalau otak kita sudah kita jauhkan dari hal-hal negatif dan kemudian kita isi dengan sesuatu yang baik, maka ketika diaktifkan, otak kita akan menampilkan acara-acara yang bagus. Inilah yang disebut dengan manifestasi nilai-nilai dan asma ilahi.
Dengan termainfestasinya perbuatan-perbuatan yang terpuji itulah menandakan bahwa otak kita adalah sehat. Ini nantinya akan berpengaruh dalam lingkungan di mana kita hidup. Lingkungan kehidupan kita akhirnya benar-benar sehat dan nyaman, bebas dari teror, horor, arogansi, ancaman pedang, intimidasi, perang saudara, penggusuran dan sejenisnya. Jadi program penyehatan otak inilah yang sekarang harus kita galakkan.
*Muhammad Muhibbuddin adalah Pegiat Forum diskusi Filsafat ”Linkaran ’06” dan koordiantor Love and Peace Community (LPC) Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: