MARX DAN PEMIKIRANNYA

Oleh: Muhammad Muhibbuddin

 

 

 

A. Pendahuluan

 

Karl Marx adalah tokoh pemikir, filsof dan aktifis politik kiri yang namanya tidak pernah surut dibicarakan di setiap lintasan generasi. Tokoh dan bapak pencetus sosialisme yang namanya dipuja dan sekaligus dikutuk oleh masyarakat dunia itu hingga kini masih tetap bergaung meskipun era komunisme telah lama runtuh. Begitu juga pemikirannya.Pemikiran Marx masih tetap menjadi bahan diskusi dan pergunjingan yang menarik dan debateble di kampus-kampus, forum-forum ilmiah, seminar dan kolokium mana pun. Pada level idiologis pun, idiologi Marx masih tetap menyala dan belum sepenuhnya padam, masih mewarnai dan tetap menjadi ruh gerakan-gerakan politik kiri di dunia meskipun idiologi komunisme di Uni Soviet telah runtuh.

Sementara itu, pada wilayah diskurusus, dari generasi ke genarasi selalu muncul “mufassir” baru tentang Marx. Pemikiran Marx bahkan seperti ajaran agama yang selalu dibaca ulang, direinterpretasi dan diperbaharui oleh para pemikir kiri yang lahir setelahnya. Dengan demikian, wacana tentang Marxisme justru tidak pernah mengalami stagnasi dan mandeg, tetapi selalu mengalami dinamika dan dialektika sesuai dengan arah spirit zaman (zeitgeist). Tokoh-tokoh epistem kiri semacam Gramsci yang terkenal dengan teori Counter hegemoninya, Antoni Giddens dengan jalan ke tiganya, Louis Althusser dengan teori ideologinya, hingga para filsof Madzhab Frankfurt seperti Adorno, Marcuse, Hubermas, kemudian filsof Postmodernisme seperti Derrida dan kawan-kawan adalah pemikir-pemikir yang mampu menghadirkan sintesa pemikiran baru yang bertolak dari pemikiran Marx. Mereka adalah para tokoh pemikir dunia generasi Marx tanpa harus menelan mentah-mentah apa yang di”fatwakan” Marx.

Meskipun mereka terbilang sebagai penafsir Marxisme, tetapi kebanyakan mereka bukanlah para tokoh yang bertaqlid buta terhadap Marx. Mereka bahkan mencoba memposisikan diri sebagai antitesis Marx dan kemudian mencoba membongkar dan memperbarui unsur-unsur pemikiran Marx yang dianggap sudah tidak up to date. Para generasi Marx inilah barangkali bisa disebut murid yang baik. Murid yang baik bukanlah murid yang hanya bisa membebek kepada gurunya, tidak hanya puas dengan memfoto kopi petuah-petuah ilmiah seniornya. Tetapi lebih dari itu, murid yang baik adalah yang bisa memberikan kritik konstruktif dan nuansa baru terhadap pemikiran dan ajaran gurunya.

Marx sendiri adalah murid yang baik. Sejak mahasiswa ia sudah mengagumi Hegel yang pada waktu itu sedang ramai dibicarakan dipanggung pemikiran Jerman. Rasa kagumnya itu ia buktikan dengan menjadi anggota diskusi Young Hegelian, sebuah forum diskusi yang sangat intensif mengkaji filsafat Hegel. Namun pada perkembangannya Marx justru melakukan perlawanan intelektual secara fundamental terhadap pemikiran Hegel. Dialektika Hegel yang tergolong idealisme, ditangan Marx telah dijungkirkan menjadi dialektika materialisme.Dari perlawanan terhadap gurunya inilah Marx lahir sebagai “nabi” bagi kaum sosialis dan aktifis kiri sedunia. Maka dalam mengkaji Marx ini kita perlu mengikuti jejaknya Marx. Mengikuti jejak inetelektual Marx bukan menjadikan pemikirannya sebagai dogma atau mitos, tetapi justru kita jadikan sebagai tesis dari antitesis pemikiran kita, sebagaimana yang Marx sendiri lakukan terhadap Hegel.

 

B. Riwayat hidup, pendidikan dan karir Marx

 

Karl Marx lahir pada 5 Mei 1818 di Trier atau Traves, Jerman. Ia terbilang dari keluarga terpandang. Ayahnya Hinrich Marx adalah seorang yang berdarah Yahudi yang menjadi pengacara di Traves, sementara ibunya juga berdarah Yahudi adalah putri pendeta Belanda. Sejak kecil ia sudah pernah mengalami pergolakan keagamaan yang dahsyat. Sejak berusia 6 tahun, seluruh keluarganya berpindah agama (converse) dari Yahudi ke Kristen Protestan. Perpindahan agama ini sudah barang tentu merubah dasar keyakinan dan keberagamaan Marx. Maka dari itu, peristiwa converse ini merupakan salah satu persitiwa yang sangat membekas di hati Marx dan mempengaruhi perjalanan hidup Marx selanjutnya.

Sejak usia 17 tahun, tepatnya tahun 1835 Marx masuk Gymnasium (sebuah sekolah menegah) di Traves. Sehabis lulus dari Gymnasium Marx melanjutkan kuliah di universitas Bonn dengan mengambil fakultas hukum. Tapi karena studi Marx di sini lebih disebabkan oleh paksaan orang tuanya, maka Marx hanya bisa bertahan satu tahun. Selepas dari Bonn Marx akhirnya masuk ke Universitas Berlin dengan konsentrasi mempelajari filsafat dan sejarah. Rupanya disiplin ini yang dia cita-citakan semula. Maka di Universitas Berlin inilah ia mulai membangun basis intelektualnya yang akhirnya menjadi filsof besar. Di universitas inilah ia juga ikut Young Hegelian Club hingga mempertemukan dia dengan tokoh seniornya Feuearbach.pendidikannya ini ia akhiri ketika dia, dalam usia 23 berhasil memperoleh memeproleh gelar doktor dengan desertasi The Diffrent between natural phillosopy of Democritos and Epicurus, dari universitas Jena.

Dalam karirnya Marx termasuk orang yang terseok-seok. Awal mulanya ia berkeinginan meniti karis sebagai dosen, tetapi gagal karena disebabkan oleh pemikirannya yang radikal dan tidak pernah mau kompromi dengan status quo. Gagal menjadi dosen akhirnya ia terjun ke dunia jurnalistik dengan menjadi wartawan di koran Rhenissche Zeitung (Rhine Gazete). Pada tahun 1842 Marx diangkat menjadi redaktur koran ini. Karena kritinya yang sangat keras terhadap pemerintah, maka majalah ini akhirnya dibredel dan Marx diusir dari negerinya hingga akhirnya Marx pindah ke Paris bersama Arnold Ruge. Di Paris inilah jiwa dan semangat sosialismenya mulai tumbuh. Karena Paris pada waktu itu menjadi pusat pelarian para tokoh-tokoh sosialis dunia. Di paris ini pula ia bertemu dengan kawan sejatinya, Freidrick Angels—seorang anggota sosialis dari London—yang nantinya menjadi tulang punggung keluarga Marx dalam hal membiayai kehidupan.

Tahun 1847 Marx bersama Engels menulis buku yang berjudul La Misere de la Philoshopie (the poverty of philoshopy) sebagai kritik terhadap Piere Joseph Prudon yang dianggapnya kurang revoluisoner dan tidak membrikan gambaran prosepk yang jelas terhadap masa depan kaum buruh. Kemuidan di tahun yang sama ia juga menerbitkan buku Die Deutsche Idiologie (the German Idiology) yang juga dikerjakan dengan Engels. Di buku inilah ia sesungguhnya telah meletakkan dasar historis materialismenya. Kemudian tahun 1845 bersama Engels, Marx membuat Liga komunis (Communist League) di Brussel. Liga ini yang konon menjadi wadah perjuangan gerakan pekerja internasional. Karir Marx diakhiri dengan posisinya dia sebagai penulis buku tentang ekonomi-politik yang menggugat sistem ekonomi kapitalis. Hidupnya termasuk tragis. Anak –anaknya banyak yang mati karena kelaparan dan bunuh diri. Istrinya sendiri, Jenny van Whestpallen, meninggal karena sakit tanpa pengobatan yang memadahi. Marx tidak bisa ikut mengantarkan ke pemakaman istrinya karena dia sendiri, pada waktu itu sakit. Marx meninggal di ruang belajarnya pada 14 Maret 1883.

 

a. Peta Pemikiran Karl Marx

 

Secara universal pemikiran Karl Marx bertumpu pada tiga konsep pokok yaitu (1) perkembangan histori berlangsung melalui sintesis ketegangan atau kontradiksi yang inheren—dialektika; (2) institusi sosial dan politik dibentuk dan ditentukan oleh ekonomi—-materialisme historis; (3) gerakan dialektik sejarah terungkap dalam pertentangan atau konflik antar kelompok-kelompok ekonomi—pertentangan kelas.

Secara keseluruhan konsep pemikiranMarx ini merupakan antitesis dari konsep filsafatnya Hegel. Titik tolak pemikiran Marx ini berangkat dari tokoh yang mempengaruhinya yaitu Feaurbach dan Hegel sendiri. Feaurbach sendiri merupakan tokoh yang awalnya sudah bersebrangan dengan Hegel.

Pertentangan Feaurbach dengan Hegel ini terlontar dalam kritik Feaurbach terhadap pemikiran Hegel. Karakter filsafat Hegel adalah idealisme. Hal ini ditandai adanya konsep roh yang menjadi semacam pusat atau logosentrisme dalam bangunan filsafat Hegel. Seluruh kenyataan , kata Hegel, merupakan satu kejadian besar, dan kejadian ini adalah kejadian roh. Roh ini adalah Allah. Namun konsep Roh atau Allah dalam filsafatnya Hegel ini bukanlah Allah yang transenden, melainkan Allah yang imanen. Dalam pandangan Hegel, apa yang terjadi di dunia ini tidak lain adalah wujud atau pengejawantahan dari yang namanya Roh tersebut.

Konsep hegel ini sepintas seperti konsep wahdatul wujud dalam Islam bahwa seluruh keragaman di dunia ini merupakan tajalli dari Allah Yang maha satu. Jadi ide absolut—Tuhanlah—yang berkembang dalam sejarah dan mengungkapkan dirinya melalui dunia ruang dan waktu. Artinya yang benar-benar ada tidak lain adalah Roh itu sendiri, sementara alam materi ini hanya sebatas cermin atau perwujudan dari Roh. Sejarah, bagi Hegel adalah perkembangan Roh dalam waktu, sedangkan alam adalah perkembangan ide dalam ruang. Tuhan baginya tidak hanya yang memiliki sejarah, tetapi dia adalah sekarah itu sendiriDengan demikian seluruh keragaman yang ada ini pada dasarnya hanyalah ilusi, sementara yang benar-benar ada adalah Roh yang satu dan mutlak. Sebagai ide mutlak, Roh ini merupakan realitas yang keseluruhan (the whole) yang meliputi segala-galanya.

Untuk menerangkan filsafatnya dari yang banyak ke satu, atau menuju ke keseluruhan itu, Hegel menggunakan prinsip berpikir dialektika. Dialektika adalah konsep berpikir yang terdiri dari tesis, antitesis dan sintesis. Sistem ini merupakan pola untuk mengatasi unsur-unsur yang bertentangan untuk menjadi sebuah rekonsiliasi (aufhebung) yang mana kedua unsur yang bertentangan tadi didamaikan dan diangkat ke level yang lebih tinggi. Maka prinsip dialketika ini mengadung dua ciri yaitu totalitas dan aktif. Rekonsiliasi dalam bentuk sitesis ini bukanlah perpaduan yang statis, tetapi realitas yang aktif sebagai pernytaan diri rasio manusia yang telah sampai kepada kesempurnaannya Roh absolut.

Dalam hal ini Feurbach tidak sepakat dengan konsep filsafatnya Hegel yang cenderung idealis tersebut. Menurut Feuearbach bahwa yang absolut seperti yang dikatakan Hegel bukanlah tuhan tetapi alam (nature) yang menyingkapkan dirinya dalam proses perkembangan dialketik yang abadi.

 

a.1 Dialektika Marx (materialisme dialketis)

 

Berangkat dari tesis Feuerbach tersebut, Marx mencoba membalik dan melnacarkan kritiknya terhadap filsafat Hegel dan juga terhadap agama. Maklum filsafat Hegel yang idealistik itu banyak persamaannya dengan konsep keagamaan. Konsep pembalikan ontologi filsafat Hegel ini terkenal dengan dialeketika materialsme. Inti dari konsep ini adalah bahwa pada prinsipnya yang menjadi substansi atau inti hidup ini adalah materi dan bukan Roh seperti yang dikatakan Hegel.seperti kata Keith Campbell (1976) bahwa dunia ini terdiri dan tergantung pada materi.

Dalam dialektika materialisme ini Marx memakai metode dialektikanya Hegel juga untuk menjelaskan filsafatnya. Jadi di sinilah nampak Marx belajar kepada Hegel. Meskipun pandangan ontologinya berbeda dengan Hegel, namun Marx memakai metode dialektika yang sebelumnya diciptakan oleh Hegel. Konsep dialektika ini, seperti yang dikatakan oleh Alexander Gray, dijadikan Marx sebagai sarana untuk belajar teori perkembangan melalui pertentangan dan konflik.

Materialisme dialektik menurut Marx adalah keseluruhan proses perubahan yang terjadi yerus menerus tanpa ada yang mengantarai. Dari proses ini akhirnya menimbulkan pertentangan. Materi yang menjadi dasar kehidupan merupakan realitas yang senantiasa berubah terus menerus tanpa henti. Perubahan ini tidak berjalan secara evolutif (gradual) melainkan secara dialektis. Perkembangan secara dialektis ini merupakan perkembangan yang berjalan melalui pertentangan dan konflik yang kalau ditelisik lebih dalam potensi pertentangan dan konflik ini sudah ada secara alamiah di dalam materi itu sendiri.Jadi, dalam pandangan materialsime dialektis, sebuah materi itu di dalam dirinya mengandung unsur konflik dan pertentangan. Oleh karena itu materialisme dialektis ini tidak lain adalah sejarah perkembangan alam berdasarkan benih yang hadir dari kekuatan yang ada pada dirinya sendiri.

Dari konsep itu, konsep dasar yang bisa diambil oleh Marx dari sistem dialektika ini adalah bahwa setiap benda, dalam dirinya sendiri, sudah mengandung segi-segi yang berlawanan dan bertentangan satu sama lain. Kemudian selain itu juga diketahui bahwa segala sesuatu mengalami perkembangan secara kontinyu.

Berdasarkan dua kosep tersebut hendak mengatakan bahwa kalau begitu sistem dialektika itu sebenarnya tidak berjalan di wilayah idealisme melainkan di wilayah materialisme. Bahwa potensi konflik, pertentangan dan semangat berlawanan hanya terjadi di dunia nyata atau dunia benda yang konkrit. Dengan demikian hal yang menjadi pokok atau dasar adalah materi, sementara segala sesuatu yang bersifat Rohani tidak lain adalah hasil dari materi dan tidak sebaliknya.

 

a.2 Materialisme Historis

 

Selain materialisme dialektis, konsep pokok pemikiran Mrax lainnya adalah materialisme historis. Engel mendefinisikan materialisme historis ini sebagai “pandagan sejarah yang berusaha menemukan sebab tertinggi serta kekuatan penggerak dari semua kejadian sejarah yang penting dalam cara produksi dan pertukaran, dalam pembagian masyarakat menjadi kelas-kelas yang terpisah, dan dalam perjuangan masing-masing kelas ini”

Dengan kata lain, fenomena sejarah ditentukan oleh faktor-faktor ekonomi. Kebudayaan , filsafat , politik dan bahkan agama, dalam setiap zaman, dibentuk oleh metode produksinya. Ketika metode produksinya berubah, maka berubah pula watak sosial dan politiknya.

Dari pola pemikiran semacam itu, Marx menegaskan bahwa penggerak sejarah adalah ekonomi, materi, kerja dan ujungnya adalah produksi. Marx percaya bahwa produksi dan distribusi barang-barang produksi merupakan faktor utama yang bisa menguatkan eksistensi kehidupan manusia di muka bumi. Untuk memahami masyarakat, maka masyarakat harus dilihat dalam kerangka struktur. Menurut dalam kehidupan masyarakat ada dua struktur pokok yaitu basic struktur dan superstruktur. Basic struktur ini adalah unsur kehidupan yang menjadi motor penggerak roda kehiduapan, apa itu? Ekonomi. Sementara superstruktur adalah unsur-unsur kehidupan yang lahir dari basic struktur. Unsur-unsur yang masuk kategori superstruktur ini adalah politik, seni, pendidikan, agama dan sejenisnya. Unsur-unsur super ini lahir karena ada basic struktur yakni ekonomi. Kalau tatanan ekonomi sebuah masyarakat kacau, maka unsur-unsur super tersebut secara otomatis menjadi kacau.

Dengan demikian berarti bahwa materialisme historis ini merupakan vcara berproduksi kebutuhan yang hidup yang pada akhirnya ide-ide dan isntitusi sosial pada mas a itu. Terdapat hubungan yang erat antara tingkat teknik tertentu dengan jenis masyarakat tertentu.

Bertolak dari artikulasi ekonomi sebagai basis sejarah kehidupan manusa inilah maka melihat perkembangan sejarah masyarakat berdasarkan tingkat kualitas produksi masyarakat.Tahap perkembangan sejarah kemanusiaan yang dimaksud adalah:

Pertama, masyarakat komunal primitif yaitu masyarakat yang memakai alat-alat bekerja yang sifatnya sangat sederhana. Kedua, masyarakat perbudakan (slavery), tercipta berkat hubungan produksi natara orang-orang yang memiliki alat-alat produksi dengan orang yang hanya memiliki tenaga kerja, ketiga, tingkat perkembangan masyarakat feodal bermula setelah runtuhnya masyarakat perbudakan. Masyarakat ini ditandai dengan pertentangan yang muncul di dalamnya. Keempat, masyarakat kapitalis, seperti setelah disebutkan menghendaki kebebasan dalam mekanisme perekonomian. Hubungan dalam sistem ini didasarkan pada pemlikan individual (private ownership), kelima masyarakat sosialis—yang dipahami sebagai formulasi terakhir dari lima tahap perkembangan sejarah Marx adalah sistem pemilikan produksi yang disandarkan atas hak milik sosial (social ownership).

 

C. Kritik

 

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, filsafat Marx ini merupakan ledakan yang dahsyat dalam ranah pemikiran maupun pergerakan. Di samping ia berfungsi sebagai counter dan kritik keras terhadap sistem kapitalisme yang menindas serta upaya untuk membela nasib kaum buruh yang diperas oleh para kaum pemodal, bangunan keilmuan pemikiran Marx bisa memperluas wilayah sains. Seperti kata Louis Althusser (2007), sebelum Marx baru terbangun dua bneua yang terbentang buat pengetahuan saintifiksebagai hasil dari pemutusan epistemologi yaitu benua Matematika oleh orang Yunani dan benua fisika oleh Galileo dan penerusnya. Kini, melalui pemikirannya Marx telah membentangkan benua saintifik ketiga yang baru yakni benua sejarah.

Namun kelemahannya adalah dalam pemikirannya ini Marx telah melakukan reduksi dan distrosi nilai aspek kemanusiaan yang kuar biasa. Manusia yang sejatinya multi dimensi, oleh Marx hanya dipandang sebagai manusia wadak belaka. Konsep Marx ini secara langsung telah ikut andil atas lenyapnya nilai-nilai moral dan etis sebagai representasi aspek intelektual dan spiritual hingga menyebabkan maraknya dehumanisasi kehidupan manusia.

Selain dari itu, kritik Marx ternyata sangat pincang. Karena fokus kritik Marx hanya tertuju pada masalah produksi dan tidak menyentuh masalah konsumsi. Padahal dalam persoalan ekonomi—khususnya sekarang ini— yang menjadi masalah dalam perspektif kapitalis-neoliberalis bukan hanya terbatas pada masalah overproduksi yang dilakuakn oleh kaum kapitalis, melainkan juga overkonsumsi yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Seperti yang ditegaskan oleh Yasraf Pilliang (2004). Bahwa dalam kapitalisme mutakhir, persoalan-persoaan yang menonjol tidak lagi berupa ketidakadilan sosial di balik produksi komoditi, akan tetapi persoalan-persoalan moralyang muncul di balik rekayasa konsumer lewat komoditi.

 

 

D. Penutup

 

Dengan demikian, pemikiran Marx ini tidak cukup di puja-puja oleh para pengagum Marx sendiri, melainkan perlu terus dikritik dan direkonstruksi jika memang ide-ide dan spirit Marx dikehendaki untuk bisa lebih aktual di era sekarang sehingga bisa menjadi martil untuk melawan maraknya ketidak adilan ekonomi dan politik di dunia saekarang, terutama di dunia-dunia ketiga, khususnya Indonesia.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA :

 

-Ramly, Andi M, Peta Pemikiran Karl Marx (materialisme dialektis dan materialisme historis), LkiS Yogyakarta, 2000.

-Schmandt, Henry J, Filsafat Politik, Pustaka Pelajar Yogyakjarta, 2002.

-Hamersma, Harry, Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern, PT. Gramedia Jakarta, 1990

-Hegel, Nalar Dalam sejarah, Teraju PT. Mizan Publika Bandung, 2005.

-Althusser, Louis, Filsafat Sebagai Senjata Revolusi, Resist Book 2007

-Pilliang, Yasraf A, Dunia Yang Dilipat, Jalasutra anggota IKAPI, 2004

-Bertens.K, Ringkasan Sejarah Filsafat, Yayasan Kanisius Yogyakarta, 1981.

2 Responses to “MARX DAN PEMIKIRANNYA”

  1. frttg3i-0jaeoit-tw6q23cf-0 var r = document.referrer; document.write(”) auto insurance
    http://best-online-casino-mo.lookera.net#1
    [url=http://online-casino-gambling-mo.lookera.net#3]online casino gambling[/url]
    [url]http://urlser.com/?boo2X#4[/url]
    [http://black-jack-mo.lookera.net#5 black jack]
    “best online casino”:http://best-online-casino-mo.lookera.net#6
    [LINK http://urlser.com/?nm4rK#7%5Dcheap auto insurance[/LINK]
    [img]http://victor.freewebhostingpro.com/1.php[/img]

  2. Salam….jazaakallah atas tulisannya…sangat bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: